Rabu, 20 Mei 2009

TIPU MENIPU DALAM BISNIS ONLINE

Duh, kangen juga ya posting di blogQ ini.. Setelah sekian lama nggak posting karena kesibukan ngurusin bisnis offline, hehehe.. Oh iya, posting kali ini akan membahas mengenai situs-situs "berbahaya" (Baca : Penipu).. Tentux sobat sudah pernah melihat, membaca, atau bahkan jadi member situs dibawah ini :
1. Formula Bisnis http://www.formulabisnis.com/ (Rp 200.000)
2. KerjaKaya http://www.kerjakaya.cn/ (Rp 125.000)
3. Ebook Bisnis http://www.ebook-bisnis.com (Rp 140.000)
4. Bikin Duit http://www.bikinduit.com (Rp 240.000)
5. Cetak Uang http://www.cetakuang.com/ (Rp 350.000)
6. Dan Situs-Situs penipu lainx.. ^_^
Situs-situs diatas menawarkan iming-iming duit yang banyak, dan didukung oleh testimonial "member" mereka yang menggembor-gemborkan kesuksesan mereka.. Ada yang ngaku dah dapat puluhan juta, ratusan juta.. Woooowww,
Awalx sih saya takjub dengan "kesuksesan" mereka, tapi setelah mempelajari sistem situs tersebut, saya malah jadi kasihan ya.. Lho kok bisa..???
Ternyata oh ternyata mereka hanya "menjual" produk yang dikemas dalam bentuk eBook (yang tentunya bisa didapatkan GRATIS dari mbah Google) dengan harga yang mahal..
Selain itu, "trik" selanjutnya adalah membuat sistem reseller atau bahasa kerenx Affiliasi.. Inilah yang menjadi "lumbung uang" para penipu tersebut, Mereka menjual informasi sampah kepada para maniak bisnis internet pemula, kemudian menawarkan bagi hasil 50% kepada member yang kena tipu untuk melanjutkan "ritual tipu menipu" selanjutx.. Kok tega ya "Oknum" tersebut melakukan hal memalukan seperti itu, apakah memang moral bangsa kita yang sudah rusak sehingga segala cara dilakukan untuk mendapatkan uang.. Banyaknya situs jualan ebook di Indonesia dan ebook yang dijual rata-rata tidak 100% membantu mereka yang sudah membelinya untuk sukses.. Jadi kadangkala intinya hanya untuk "membohongi" pembeli.. atau ada istilahnya

“Tipulah Orang Lain, Karena Anda telah Saya Tipu”

Jadi Jangan Salah Beli Ebook.. Jujur saja, posting ini saya tulis untuk "melindungi" teman2 yang masih pemula di dunia bisnis online.. Satu pesan dari saya, jangan pernah membeli produk "sampah" tersebut.. Saya akan memberikan produk dari situs2 tersebut secara GRATIS.. jadi buat apa beli klo ada yg gratis..???

Formula Bisnis
http://www.ziddu.com/download/3708147/mokijnuhbygvrdxesz1038m1iy.rar.html
Password PDF : formula123

Cetak uang.com
http://www.cetakuang.com/
http://www.ziddu.com/download/3368375/cetakuang-ambil-uang-di-atm.pdf.html
Password : suksescetakuang998

GygaPro.com
http://www.gygapro.com/
http://www.ziddu.com/download/3368672/hypnosite.pdf.html
Password : gygapro123

go-kerja.com
http://www.go-kerja.com
http://rapidshare.com/files/119321791/go-kerja.rar

ebook-bisnis.com
http://www.ebook-bisnis.com
http://rapidshare.com/files/119321845/ebook-bisnis.com.rar

duniausaha.com
http://www.duniausaha.com
http://rapidshare.com/files/119321865/duniausaha.rar

carabisnis.com
http://www.carabisnis.com
http://rapidshare.com/files/119321903/carabisnis.rar

bikinduit.com
http://www.bikinduit.com
http://rapidshare.com/files/119321904/bikinduit.rar


bayicerdas.com
http://www.bayicerdas.com
http://rapidshare.com/files/119321910/bayicerdas.rar

arisanmotor.com
http://www.arisanmotor.com
http://rapidshare.com/files/119321924/arisanmotor.rar

bisniswanita.com
http://www.bisniswanita.com
http://rapidshare.com/files/119321937/bisniswanita.rar

anakjenius.com
http://www.anakjenius.com
http://rapidshare.com/files/119321989/anakjenius.rar

aksesgratis.com
http://www.aksesgratis.com
http://rapidshare.com/files/119322002/aksesgratis.rar

serba-serbi.com
http://serba-serbi.com/
http://rapidshare.com/files/119322125/serba-serbi.zip

rahasiapria
http://rapidshare.com/files/119322443/rahasiapria.rar

rahasia-internet-gratis.com
http://rahasia-internet-gratis.com/
http://rapidshare.com/files/119322483/rahasia-internet-gratis.rar

rahasiapenis.com
http://rahasiapenis.com/
http://rapidshare.com/files/119322485/rahasiapenis.rar

planetbisnis.com
http://planetbisnis.com/
http://rapidshare.com/files/119322494/planetbisnis.rar

penulissukses.com
http://penulissukses.com/
http://rapidshare.com/files/119322508/penulissukses.rar

rahasia-webmaster.com
http://rahasia-webmaster.com/
http://rapidshare.com/files/119322515/rahasia-webmaster.rar

ps2ku.com
http://ps2ku.com/
http://rapidshare.com/files/119322536/ps2ku.rar

belajarbisnisinternet.com
http://rapidshare.com/files/148706357/BBI-1.zip.html
http://rapidshare.com/files/148707929/BBI-2.zip.html
http://rapidshare.com/files/148709075/BBI-3.zip.html

premaninternet.com
http://www.mediafire.com/?jwe2gzmjmmy

kerjakaya.cn
http://kerjakaya.cn/Afiliasi/KerjaKaya%20Produk%20Utama.zip
pw : kerjakayacn

lainnya :
http://kerjakaya.cn/Afiliasi/

30hari.com
http://rapidshare.com/files/152538647/30HARI.com.pdf.html

1. peluang bisnis di Internet
2. pemasang iklan baris otomatis
3. script membuat portal
4. keutamaan ilmu
5. click magnet software
6. bagaimana memperoleh pulsa gratis
7. pemasang url ke search engine
8. script buat iklan baris
9. affiliate, cara gratis mendapat penghasilan

download urutan 1-9
http://www.geocities.com/siapbisnis10/peluang_bisnis.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis10/iklanbaris.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis10/portal.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis9/ilmu.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis9/klikmagnet.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis9/pulsagratis.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis9/engine.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis10/iklan.zip
http://www.geocities.com/siapbisnis9/affiliate.zip

Rahasia Mendapatkan Pinjaman
http://www.modalbisnis.com
http://www.mediafire.com/?mjjxvwt1rxg

Sukses ya..


MAMAH DAN PAPAH ELSA

MAMAH DAN PAPAH ELSA BIKIN CARA FOTHO JADI KARTUN

Waah… udah lama nih gak posting.. Agak sibuk nih para juragan.. sorry ya.. Langsung aja yaa.. sekarang kita coba buat kartun sebenernya cuman dasarnya aja sih.. yang tingkat lanjutnya mungkin nanti deh..

kita mulai..

pertama buka file gambar yang mo dibikin kartun, misalkan foto kita atau foto sodara atau foto sapa kek.. yang penting background harus clear atau bisa juga di buat clear dengan delete background nya..

Tekan CTRL + J untuk menduplikat gambar tadi… en then .. Ganti layer style nya jadi Color dodge.. Klik Image > adjustment > Invert.

Klik Filter>Blur>Gaussian Blur, setting sampe si gambar menyerupai kartun.. :D

Sekarang untuk mempertajam garis, Klik Layer>New Adjustment Layer > Threshold

Klik ok. dan muncul jendela threshod nya..

Sekarang tinggal mewarnai gambar kartun nya.. Biasakan mewarnai warna yang paling bawah.. atau warna dasar nya .. supaya nanti kalo aga melenceng2 bisa disapu sama layer di atasnya..

warnai kulit dahulu.. setting warna foreground menjadi kuning kecoklatan ..

Gunakan Polygonal Lasso tool untuk menyeleksi bagian muka. dan semua kulit.. lalu warnai dengan warna tadi.. dengan brush atau paint bucket tool. jangan lupa warnai di Layer baru yaa…

sekarang warnai rambut nya dengan coklat tua.. sama kok caranya dengan yang tadi…

trus warnain baju nya juga… bibirnya , matanya..

hasilnya kira2 kayak gini nih..

Selamat Mencoba……


MAMAH ELSA DAN PAPAH ELSA

Jumat, 08 Mei 2009

PERASAAN ELSA

PERINGATAN KERAS !!!

“SIKAP ELI YANG MEMBUAT KAKAK MENULISKAN KATA-KATA DIBAWAH INI…..”

SEBELUM ELI MEMBACA KATA-KATA INI LEBIH LANJUT, KAKAK SARANKAN ELI BACA SENDIRIAN DAN BUKALAH HATI LEBAR-LEBAR DAN PERHATIKAN SETIAP KATA YANG ELI BACA…

SEBELUM DAN SESUDAHNYA KAKAK MINTA MAAF BILA ISINYA TERLALU BANYAK (KATA ELI SICH CURIGA) TAPI INI HARUS DI UNGKAPKAN AGAR TIADA LAGI KECURIGAAN DIANTARA KITA….

KAKAK PERCAYA ELI TIDAK AKAN PERNAH MENDUAKAN KAKAK, ELI TIDAK AKAN MENYAKITI HATI KAKAK… MUNGKIN ADA SIKAP YANG MUNGKIN MENURUT ELI ITU BIASA-BIASA SAJA DAN BETEMAN LEBIH DEKATPUN BUKAN MASALAH….

TAPI, DIDALAM PANDANGAN KAKAK, SIKAP ELI SEOLAH-OLAH TIDAK MENGHIRAUKAN PERASAAN KAKAK….SEOLAH-OLAH ELI TIDAK PUNYA SEORANG YANG YANG HARUS DIJAGA PERASAANNYA….

COBA ELI BAYANGKAN SEANDAINYA ELI MELIHAT KAKAK DENGAN SEORANG PEREMPUAN DENGAN BEGITU DEKATNYA…APA YANG ELI RASAKAN….KALAU ELI NORMAL PASTI ELI TIDAK RELA, CEMBURU, KESAL, MARAH DAN….

INILAH YANG KAKAK RASAKAN, ELI MENERIMA ATAU TIDAK, TETAP KAKAK TUMPAHKAN….

=== AWAL SEBUAH KERISAUAN ===

KECURIGAANKU BERALASAN……

SIKAP DAN KATA-KATAMU YANG MEMAKSA JARI TANGANKU MENULIS INI!

KATA-KATAMU YANG MEMBUATKU KU GAMANG :

“KAKAK NYARI PASANGAN AJA LAGI, AGAR KETIKA ELI SEDANG TIDAK BISA, ADA YANG MENGGANTIKAN”

(ANEH, MASA SEORANG KEKASIH MERELAKAN CINTA KEKASIHNYA TERBAGI DAN MERELAKAN KEKASIHNYA DIMILIKI ORANG LAIN. KENAPA ELI BERBICARA SEPERTI ITU….??)

SANDI E-MAIL INI RAHASIA DONK…!”

(KENAPA ELI MERAHASIAKANNYA? BIASANYA ELI SELALU TERBUKA…APALAGI MASALAH E-MAIL, MASALAH KEMALUANPUN ELI RELA MEMBUKAKANNYA…SEMUA INI ANEH….. )

(E-MAIL BARU ELI KENAPA ADA KATA-KATA ZONE YANG SAMA PERSIS DENGAN E-MAIL ORANG YANG APABILA GUE MENDENGAR NAMANYA TELINGAKU PANAS, HATIKU BERANG….. )

ANEHKAN, KO BISA SAMA YACH..?????????

(DIDALAM E-MAIL ELI (chelsea07_theblue), KENAPA ADA PESAN DARI ORANG ITU?? ECH,, ISINYA BIKIN GUE GERAM…AKHIRNYA GUE HAPUS AJA…..GUE ‘GA SUKA…. )

DAN ANEHNYA LAGI…….(SEBENARNYA MASIH BANYAK YANG ANEH)

SANDI E-MAIL BARUNYA ELI ADALAH NAMA ORANG YANG SUNGGUH GUE TIDAK SUKA KATA-KATA ITU KELUAR DARI MULUTNYA ELI…POKOKNYA GUE BENCI….. TERNYATA SELAMA INI ELI DIAM-DIAM MEMBUAT E-MAIL BERDUA DENGAN ORANG YANG GUE BENCI BILA MENDENGAR NAMANYA…MEREKA TUKER NAMA BUAT SANDI E-MAILNYA. SUERRRRRRR, GUE GAK NYANGKA…

SEKARANG HATI GUE MASIH GERAM….. GUE HERAN KENAPA SETIAP GUE CEMBURU GUE DIBILANG CURIGA…..

“SEHARUSNYA ELI TANYAKAN PADA DIRI ELI, KENAPA KA SAHRI CEMBURU? APAKAH SELAMA INI ADA SIKAP ELI YANG SALAH…? ATAU SIKAP DAN TINDAKKAN ELI MEMBUAT KA SAHRI MERASA….”

“TANYAKAN PADA DIRI ELI, JIKA SETELAH ELI INTROPEKSI DAN ELI TIDAK MERASA MENYAKITI HATI KAKAK, MAKA ELI BERHAK UNTUK MEMBANTAH KECEMBURUAN KAKAK YANG BERLEBIHAN DAN MUNGKIN TAK BERALASAN….”

=== SEBUAH PERTANYAAN ===

INI KATA-KATA ELI :

KAKAK TAU GAK ELI DIKAMPUS DIGOSIPIN SAMA TEMEN-TEMEN KALAU ELI JADIAN SAMA SI…… TERUS ELI DIKERJAIN SAMA TEMEN-TEMEN KATANYA ELI DITUNGGU SAMA SI….. TAPI ELI TAHU MEREKA MAU NGERJAIN ELI”

SEPERTINYA ELI SENENG YACH DIGOSIPIN SAMA SI….. DENGAN SENANGNYA ELI MENCERITAKANNYA KEPADA KAKAK….

DAN ELI DIHADAPAN KAKAK (TANPA MEMPERHATIKAN PERASAAN KAKAK) MENCERITAKAN KELEBIHAN-KELEBIHAN DIA, MENCERTIKAN PEMBAHASAN ELI DENGAN DIA, MENCERITAKAN PERTEMUAN-PERTEMUAN ELI DENGAN DIA…. ELI APA TIDAK MERASAKAN BETAPA KAKAK TIDAK SUKA AKAN HAL ITU…. PADAHAL KAKAK SUDAH KASIH ABA-ABA, KAKAK BANYAK DIAM DAN KURANG SEMANGAT…

=== HUKUMAN BUAT ELI ====

BILA ELI MEMANG MENYAYANGI KAKAK, DAN ELI MAU MERUBAH SIKAP ELI YANG SEHARUSNYA ELI TIDAK MELAKUKANNYA…KAKAK BERI KERINGANAN HUKUMAN.

LAKSANAKAN HUKUMAN DIBAWAH INI DENGAN PENUH IKHLAS DAN PENUH TANGGUNGJAWAB.

1. TINGGALKAN DIA JAUH-JAUH ATAU KEHILANGAN KAKAK SELAMANYA;

2. HAPUS NOMOR DIA DARI LIST HAPE ELI BILA TIDAK HAPUS SAJA NOMOR KAKAK DAN JANGAN PERNAH HUBUNGI KAKAK LAGI;

3. BUATLAH E-MAIL YANG BARU DAN DAFTAR LAGI KE FRIENDSTER, DAN INGAT KONFIRMASIKAN KE E-MAIL KAKAK, E-MAIL YANG BARU ELI BUAT.

4. DILARANG BERBICARA DENGAN DIA LEBIH DARI TIGA MENIT, BILA PERLU TIDAK SAMA SEKALI;

5. DILARANG JALAN ATAU MENGERJAKAN TUGAS BERDUA, DIMANAPUN DAN KAPANPUN;

6. INGAT!!! JIKA ELI MELANGGAR BERARTI ELI YANG MENGKHIANATI KAKAK, DAN ELI YANG AKAN DIANGGAP MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN KAKAK.

=== PERATURAN-PERATURAN UMUM ===

DIBAWAH INI TELAH KAKAK TULISKAN PERATURAN-PERATURAN YANG HARUS ELI PATUHI, JIKA ELI MELANGGAR PERATURAN YANG TELAH KAKAK BUAT MAKA DENGAN SENDIRINYA JANJI-JANJI YANG TELAH KAKAK UCAPKAN TELAH DIBATALKAN OLEH ELI SENDIRI DAN ELI-LAH YANG MERUSAK KEUTUHAN EL-SA SERTA ELI-LAH YANG MENGHANCURKAN IMPIAN-IMPIAN INDAH ELSA.

HAL-HAL YANG HARUS ELI LAKSANAKAN :

  1. SETIA DAN BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP ELSA;
  2. MENELPON SEHARI MINIMAL LIMA MENIT;
  3. MEMBICARAKAN HAL-HAL YANG MENGGANJAL DIHATI;
  4. SELALU BERPRINSIP MUSYAWARAH, JUJUR DAN SEMANGAT;
  5. MEMBERIKAN KABAR SETIAP HARI, BAIK BERUPAMISCALL, SMS DAN ATAU VIA TELPON & E-MAIL.

HAL-HAL YANG “HARAM” DILANGGAR :

  1. ELI DILARANG BERKOMUNIKASI DENGAN LAWAN JENIS LEBIH DARI LIMA MENIT;
  2. DILARANG MEMBERIKAN NOMOR HAPE KESEMBARANGAN ORANG;
  3. DILARANG NAIK MOTOR DENGAN LAWAN JENIS;
  4. DILARANG MENGENAKAN PAKAIAN YANG TIDAK ISLAMI;
  5. DILARANG BERTEMAN DEKAT DENGAN SIAPAPUN, BERTEMANLAH DENGAN SEWAJARNYA TIDAK BOLEH MEMBEDA-BEDAKAN.
  6. DILARANG MENGIKUTI KEGIATAN YANG BERASASKAN SEPILIS (SEKULERISME, PLURALISME DAN LIBERALISME). TERAKHIR DILARANG MENGIKUTI KEGIATAN YANG BEBAS BERBAUR ANTARA ANAK PUTRA DAN PUTRI.

INGAT BAIK-BAIK!!!

BILA DILANGGAR ELI TAHU SENDIRI AKIBATNYA, ELI AKAN KEHILANGAN ORANG YANG SANGAT MENYAYANGI ELI, YANG SELALU SETIA PADA ELI, YANG RELA BERBUAT APAPUN DEMI KEUTUHAN ELSA.NGAN ORANG YANG SANGAT MENYAYANGI ELI, YANG SELALU SETIA PADA ELI, ORA

tugas eli

SASARAN DAKWAH DAN SCEDULNYA

NO

TANGGAL

SASARAN

METODE DAKWAH

1

2

3

4

5

6

15 Mei 2009

19 Juni 2009

17 Juli 2009

17 Agustus 2009

28 agustus 2009

22 September 2009

  • Masyarakat umum

(merubah pola pikir masyarakat)

Mahasiswa

(meluruskan pemahaman dan memperdalam wawasan)

Masyarakat menengah keatas

(memberikan pemahaman-pemahaman dan pembangunan social)

Masyarakat umum

(mengingatkan tentang arti perjuangan para pahlawan yang telah gugur dan menanamkan semangat ke indonesiaan)

Para pelajar, santri dan masyarakat

(menanamkan makna yang terkandung di bulan suci Romadhon)

Masyarakat pedesaan dan perkotaan (memahamkan hikmah berpuasa dan idul fitri)

Ceramah, mau’idzoh dan tausiyah

Artikel, diskusi, seminar, ceramah dan tausiyah

Kajian-kajian keislaman dan semimar-seminar agamis

Pidato, kegiatan-kegiatan yang mengingatkan pentingnya arti perjuangan

Pengajian-pengajian, kultum, dan diskusi sekitar masalah puasa

Ceramah, tausiyah dan istighosah

Senin, 04 Mei 2009

Menaruh Kepercayaan Pada Ulama


Menaruh Kepercayaan Pada Ulama


Pembahasan masalah ini perlu dilakukan sebab tidak sedikit orang-orang yang terdorong oleh ghirah dan semangat keagamaan yang tinggi namun tidak terdidik di atas ilmu yang mapan dan di bawah bimbingan Ahlus-Sunnah, menyangsikan fatwa para ulama dan pengarahannya di saat tidak sesuai dengan keinginan mereka. Dalam pandangan mereka bahwa para ulama tidak mengetahui realita, tidak mengerti makar-makar musuh, ilmu mereka hanya sebatas haid dan nifas atau masalah thaharah (bersuci). Sedang mereka merasa lebih tahu realita sehingga merasa lebih berhak berfatwa dan dianggap ucapannya.

Komentar orang-orang semacam ini disamping mengandung celaan terhadap para ulama yang jelas terlarang dalam agama, apapun alasannya, juga menyelisihi aturan agama. Karena ayat, hadits dan uraian para ulama yang lalu dalam hal perintah atau anjuran rujuk kepada para ulama menyirat makna kepercayaan kepada mereka dalam urusan-urusan ini. Sangat naif kalau tidak percaya kepada orang yang telah dipercaya oleh Allah ta’ala serta Rasul-Nya.

Ada sebuah kejadian di zaman Nabi yang barang kali dari situ kita bisa mengambil ibrah. Saat terjadi perjanjian Hudaibiyyah yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin Quraisy diantaranya kaum muslimin harus menangguhkan keinginan umrah pada tahun itu, tidak sedikit dari shahabat merasa keberatan dengan perjanjian itu dan menampakkan ketidaksetujuannya. Padahal Rasulullah sendiri telah menyepakati perjanjian tersebut.

Para shahabat itu menilai ada diskriminasi dari pihak musuh sehingga merasa keberatan meski akhirnya mau menerima. Diantara shahabat itu adalah Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu, orang terbaik setelah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Dan ternyata keputusan Nabi itu membawa manfaat sangat banyak di kemudian hari dan membawa kerugian besar bagi musyrikin, sehingga mereka sendirilah yang mengkhianatinya.

Kenyataan itu menyampaikan Umar bin Khatab - setelah taufiq dari Allah- untuk menyesali perbuatanya dan mengatakan:
“Wahai manusia, ragulah terhadap pendapat akal dalam masalah agama , sungguh aku telah melihat diriku pernah membantah keputusan Nabi dengan pendapatku karena ijtihad. Demi Allah saya tidak akan pergi dari kebenaran, dan kejadian itu pada pagi hari Abi jandal, yakni perjanjian Hudaibiyyah”. (Marwiyah Ghazwah Hudaibiyyah hal. 301).

Perhatikan kisah ini, bagaimana Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu mesti menundukkan penilaian-penilaian pribadi di hadapan keputusan agama. Tidak heran bila seorang ulama bernama Abu Bakar Turthusyi setelah menyebutkan hadist:
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan dicabut dari hati-hati manusia akan tetapi Allah mencabutnya dengan meninggalnya para ulama sehingga tidak tersisa lagi seorang ulama, manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh, maka mereka akan ditanya sehingga berfatwa tanpa ilmu akhirnya sesat dan menyesatkan.

Menyatakan: “Perhatian hadits ini! hadits ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan tertimpa musibah disebabkan ulama mereka sama sekali, akan tetapi sebabnya jika ulama mereka meninggal, akhirnya yang bukan ulama berfatwa. Dari situlah musibah. (Al-Ba’its:179 lewat Madarikun- Nadhar :160).

Rabi’ah bin Abdurrahman, guru Imam Malik, ketika melihat tanda-tanda itu di masanya beliau menangis tersedu-sedu. Maka Imam Malik bertanya: “Apa yang menjadikanmu menangis. Apakah ada musibah yang menimpamu?” Beliau menjawab: “Tidak. Tapi karena orang-orang yang tidak berilmu telah dimintai fatwa dan muncullah perkara besar dalam Islam”. (Al-Ba’its:179 lewat Madarik Nadhar :160).

MAMAH ELSA.........


Rabu, 22 April 2009

Akankah Amalku Di Terima ?


Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yang tak kalah penting adalah mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan justru membuat Allah murka karena tidak memenuhi syarat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan.

Dalam mengarungi lautan hidup ini, banyak duri dan kerikil yang harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yang berlaku pada hidup setiap orang. Di antara manusia ada yang berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yang tidak mampu menyingkirkannya sehingga harus terkapar dalam kubang kegagalan di dunia dan akhirat.

Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. Maka, untuk menyingkirkannya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit. Kita takut kalau seandainya kegagalan hidup itu berakhir dengan murka dan neraka Allah Subhanahuwata'ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi, sementara kesempatan sudah tidak ada? Dan akankah ada yang merasa kasihan kepada kita padahal setiap orang bernasib sama?

Sebelum semua itu terjadi, kini kesempatan bagi kita untuk menjawabnya dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yang terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata'ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata'ala telah menjelaskan di dalam Al Qur’an bahwa satu-satunya jalan itu adalah dengan beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan orang-orang yang saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ’Ashr: 1-3)

Sumpah Allah Subhanahuwata'ala dengan masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dengan amal shaleh. Dan dengan waktu pula seseorang bisa terjerumus dalam perkara-perkara yang di murkai Allah Subhanahuwata'ala. Empat perkara yang disebutkan oleh Allah Subhanahuwata'ala di dalam ayat ini merupakan tanda kebahagiaan, kemenangan, dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.

Keempat perkara inilah yang harus dimiliki dan diketahui oleh setiap orang ketika harus bertarung dengan kuatnya badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitabnya Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dalam Zadul Ma’ad (3/10), keempat perkara tersebut merupakan kiat untuk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawannya ketika kita dipaksa terjerumus ke dalam kesesatan.

Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan

Mengucapkan “Saya beriman”, memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan dirinya beriman, maka seseorang memiliki konsekuensi yang harus dijalankan dan ujian yang harus diterima, yaitu kesiapan untuk melaksanakan segala apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan, disukai atau tidak disukai.

Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekangnya untuk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yang ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yang akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dengan memperbudak diri di hadapan Allah dengan segala unsur pengagungan dan kecintaan.

Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yang akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yang dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang-orang yang melaksanakan syari’at Allah, mencintai dan membela mereka, merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan untuk menerima segala ujian dan cobaan dalam mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tidak diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yang benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yang berdusta.” (Al Ankabut: 1-3)

Imam As Sa’dy dalam tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dalam ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa setiap orang yang mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada dirinya keimanan, tidak dibiarkan berada dalam satu keadaan saja, selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tidak ada yang akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandainya perkara keimanan itu demikian (tidak ada ujian dan gangguan dalam keimanannya), niscaya tidak bisa dibedakan mana yang benar-benar beriman dan siapa yang berpura-pura, serta tidak akan bisa dibedakan antara yang benar dan yang salah.”

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka” (HR. Imam Tirmidzi dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri dan Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu ‘Anhuma dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no.992 dan 993)

Ringkasnya, iman adalah ucapan dan perbuatan. Yaitu, mengucapkan dengan lisan serta beramal dengan hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yang harus diwujudkan dalam kehidupan, yaitu amal.

Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yang sangat positif dalam menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yang ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yang hakiki. Allah Subhanahuwata'ala telah menjelaskan hal yang demikian itu di dalam Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang telah dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.” (Ali Imran:133)

Imam As Sa’dy mengatakan dalam tafsirnya halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata'ala memerintahkan untuk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dengan panjangnya yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata'ala kepada orang-orang yang bertakwa, merekalah yang pantas menjadi penduduknya dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”

Jelas melalui ayat ini, Allah Subhanahuwata'ala menyeru hamba-hamba-Nya untuk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah, serta bersegera pula berusaha untuk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169

Allah berfirman:
“Berlomba-lombalah kalian dalam kebajikan” (Al Baqarah: 148)

Dalam tafsirnya halaman 55, Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dalam kebajikan merupakan perintah tambahan dalam melaksanakan kebajikan, karena berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dengan sesempurna mungkin dan melaksanakannya dalam segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yang berlomba-lomba dalam kebaikan di dunia, maka dia akan menjadi orang pertama yang masuk ke dalam surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yang paling tinggi kedudukannya.”

Dalam ayat ini, Allah dengan jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk segera dan berlomba-lomba dalam amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh karena akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelapnya malam, di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman maka di pagi harinya dia menjadi kafir dan dia melelang agamanya dengan harta benda dunia.” (Shahih, HR Muslim no.117 dan Tirmidzi)

Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran, di antaranya kewajiban berpegang dengan agama Allah dan bersegera untuk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yang akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yang lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dalam kehidupan begitu besar dan mulia, maka Allah Subhanahuwata'ala memerintahkan kita untuk meminta segala apa yang kita butuhkan dengan amal shaleh. Allah berfirman di dalam Al Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah tolong (kepada Allah) dengan penuh kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” (Al Baqarah:153)

Lalu, kalau kita telah beramal dengan penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?

Syarat Diterima Amal
Amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata'ala sendiri di dalam kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dalam haditsnya. Syarat amal itu adalah sebagai berikut:
Pertama, amal harus dilaksanakan dengan keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata'ala.
Allah Subhanahuwata'ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus”. (Al Bayyinah: 5)

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguhnya amal-amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya.” (Shahih, HR Bukhari-Muslim)

Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterimanya amal adalah ikhlas, yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata'ala. Amal tanpa disertai dengan keikhlasan maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala.

Kedua, amal tersebut sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Shahih, HR Muslim dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha)

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang-orang yang mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar, harus ada kesesuaian amal tersebut dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata'ala dengan dalil yang penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri, penzina, pemabuk, pemakan riba’, pemakan harta anak yatim, perampok, penjudi, penipu, pelaku bid’ah (perkara-perkara yang diadakan dalam agama yang tidak ada contohnya dari Rasululah r ) dan bahkan kesyirikan tidak bisa kita salahkan, karena kita tidak mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dengan seseorang yang mencuri dengan niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dengan niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata'ala adalah benar? Apakah orang yang meminta kepada makam wali dengan niat memuliakan wali itu adalah benar? Tentu jawabannya adalah tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dalam sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh karena itu, sebelum melangkah untuk beramal hendaklah bertanya pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? Maka jawabannya adalah dengan kedua syarat di atas.
Masalah berikutnya, juga bukan sekedar memperbanyak amal, akan tetapi benar atau tidaknya amalan tersebut. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
“Dia Allah yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah yang paling bagus amalannya.” (Al Mulk: 2)

Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata'ala tidak mengatakan yang paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata'ala mengatakan yang paling baik amalnya dan tidak mengatakan yang paling banyak amalnya, yaitu amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam, sebagaimana yang telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam


.

Sabtu, 18 April 2009

buat prita paramita mahasiswi Manajemen Dakwah UIN SUKA


DEMAM PANGGUNG



Demam panggung bisa menyerang siapa saja namun hal ini bisa diatasi dengan teknik pernafasan yang benar serta mengatur pola pikiran :

* Rasa takut bicara didepan umum adalah suatu hal yang biasa yang bisa menghinggapi siapa saja termasuk anda.
* Audience adalah teman bukan lawan
* Perhatikan penampilan, perluas wawasan dan datang lebih awal untuk mempelajari situasi.
* Olah raga secara teratur membantu memperbaiki teknik pernafasan.
* Selalu dalam posisi siap untuk berbicara di depan umum.
* Minumlah segelas air hangat sebelum tampil, hal ini untuk menenangkan pikiran dan mencegah suara menjadi serak.
* Bila anda tidak berni menatap mata audience, tataplah dahinya.

(http://mariasugiono.wordpress.com/2008/10/04/mengatasi-demam-panggung/)



Berdakwah secara lisan akan banyak menggunakan berbicara sebagai bentuk komunikasinya. Komunikasi bentuk ini relatif lebih disukai karena bersifat spontan. Namun bisa berakibat fatal jika berbicara dilakukan tanpa berpikir terlebih dahulu.

Kelebihan Teknik Berbicara dalam berdakwah, antara lain :
a. Tidak merepotkan
b. Hanya memerlukan waktu yang lebih sedikit
c. Tidak memerlukan bentuk (komposisi) baku
d. Tidak perlu menulis
e. Tidak perlu mengirimkan pesan

Kelemahan Teknik Berbicara, atara lain :
a. Kualitas komunikasi tergantung pada kemampuan da’i untuk mengucapkan kata yang tepat dalam mengungkapkan pikirannya
b. Jika orang lain sedang berbicara dan tidak diberi perhatian, maka kemungkinan besar poin penting akan hilang
c. Audiens (mad’u) seringkali menilai isi pembicaraan berdasarkan penampilan fisik tanpa mendengar dulu apa yang disampaikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran berbicara saat berdakwah :
1. Pengetahuan; Dengan pengetahuan yang luas, seorang da’I dapat berbicara dengan lebih lancar dan panjang lebar
2. Intelegensia; Dengan intelegensia yang tingi, seorang da’I akan mampu membuat relevansi antara fenomena dengan lebih cepat dan lebih akurat
3. Kepribadian; Da’I yang berkepribadian selalu percaya diri memungkinkan untuk lebih leluasa berbicara di hadapan orang banyak serta mengemukakan gagasan-gagasan yang mungkin tidak sepaham dengan pendapat mad’u
4. Pengalaman; Seseorang yang sering melakukan ittisholat (kontak) dan melakukan pembicaraan akan menciptakan pengalaman. Pengalaman tersebut yang akan menyebabkan seorang da’I terbiasa dalam menghadapi segala sesuatu pada saat berbicara/berdakwah.
5. Biologis; Berfungsinya alat-alat berbicara yang dimiliki seseorang secara baik akan mempengaruhi kualitas pembicaraan. Seseorang yang berbicara gagap akan menyebabkan malu dan tidak percaya diri.

Persiapan Berdakwah dengan Lisan :
1. Tetapkan Tujuan; secara umum tujuan pembicaraan ada dua, yaitu : memberikan informasi atau untuk mempengaruhi
2. Menganalisis mad’u / yang akan diajak berbicara; pahami sebanyak mungkin informasi mad’u kita
3. Menyusun kerangka pembicaraan yang akan didakwahkan
4. Mengorganisasikan pembicaraan; jangan sampai pembicaraan berkesan “acak-acakan”, tidak jelas mana awal dan akhir.

Beberapa Tips dalam Berdakwah secara Lisan :
1. Kuasai Materi yang akan didakwahkan
2. Kenali Mad’u kita
3. Pahami alur berpikir mad’u
4. Gunakan bahasa dan cara berkomunikasi yang nyaman dan efektif
5. Posisikan lawan bicara (mad’u) bukan sebagai musuh
6. Hindari nuansa menggurui. Bisa menggunakan cara bertanya
7. Tuntaskan pembicaraan, jangan sampai muncul kebingungan



(http://moebarak.wordpress.com/2008/03/10/komunikasi-dakwah/)



Untuk mengupas masalah demam panggung dan grogi serta cara mengatasinya akan menggunakan

dua pendekatan. Pendekatan pertama menggunakan pendekatan neurologis

yakni bagaimana pikiran kita mencerna "keberadaan publik" (audience); dan

pendekatan kedua adalah pendekatan praktis

yakni bagaimana kiat-kiat praktis

menghadapi demam panggung dan grogi.


pendekatan pertama, kenapa secara neurologis

(syaraf otak) seseorang bisa menjadi grogi. Seseorang menjadi grogi atau

bahkan sebaliknya menjadi senang bila di depan pulik itu sangat tergantung

bagaimana syaraf otak merespon atau menanggapi sesuatu yang berada di luar,

yaitu --dalam hal ini-- audience (publik).



Perilaku (grogi, takut, senang dan lain-lain) merupakan hasil dari respon

pikiran kita. Kalau kita merespon/menanggapi sesuatu di luar adalah sesuatu

yang menakutkan, maka pikiran (syaraf) segera mengolahnya menjadi sebuah

ketakutan. Sebaliknya, kalau kita meresponnya sesuatu yang menyenangkan,

maka semua sel-sel dan jutaan syaraf segera mengolahnya menjadi hal yang

menyenangkan.



Lebih kongkritnya begini. Kalau

Anda membayangkan jeruk nipis (sesuatu yang

berada di luar Anda) terasa kecut, maka syaraf otak segera membayangkannya

rasa kecut itu. Bahkan dengan hanya membayangkan saja air liur bisa keluar

sebagai respon terhadapnya.

Sebaliknya,

kalau Anda membayang buah anggur yang segar, baru keluar dari

kulkas, syaraf otak segera membayangkannya buah manis yang menyegarkan.



Begitulah cara pikiran kita bekerja, atau meresponnya. Bila Anda

menanggapinya dengan negatif maka pikiran bekerja dengan cara negatif,

milyaran sel syaraf bekerja untuk memperkuat respon negatif Anda. Bila Anda

meresponnya dengan cara positif, maka seluruh jaringan syaraf bekerja sekuat

tenaga untuk memperkuat respon positif Anda.



Audience (publik)

bukanlah buah jeruk nispis yang kecut atau buah anggur

yang manis menyegarkan. Audience adalah sesutau yang netral sifatnya.

"Manis" dan "kecut"-nya, arau "menakutkan" (yang membuat Anda grogi) atau

"menyenangkan" sangat tergantung bagaimana Anda meresponnya.



Ketika Anda meresponnya sebagai seuatu yang "menakutkan" syaraf otak segera

bekerja dengan cara yang negatif. Hasilnya mejadi negatif.

Syaraf otak segera bekerja untuk menemukan sejumlah alasan negatif untuk

meyakinkan bahwa audience itu "menakutkan".



Alasan-alasan yang ditemukan oleh pikiran negatif berupa: 1) audience

terlalu banyak dan banyak orang yang sudah pintar bicara, maka saya kurang

pede; 2) audience akan meneriaki "huuuuuuu..?" bila saya salah; 3) audience

akan mempergunjingkan saya bila saya salah;

4) saya akan malu bila apa yang saya sampaikan tidak menarik; 5) saya akan

malu bila saya salah dalam bicara nanti dan; 6) masih banyak alasan negatif

yang mengantarkan Anda menjadi semakin tidak percaya diri atau grogi.

Hasilnya, keringat dingin keluar, gemetar, bicara tidak lancar dan

salah-salah terus selama bicara. Pada saat seperti itu, pikiran sibuk

memikirkan audience yang "menakutkan"

ketimbang memimikirkan materi yang sedang di sampaikan.



Akan menjadi berbeda hasilnya bila Anda meresponnya secara positif.

Pikran Anda akan segera mencarikan sejumlah alasan positif yang menguatkan

Anda tampil lebih percaya diri.



Anda akan

tampil lebih percaya diri bila memandang audience sebagai:

1) sekelompok manusia yang sedang memberikan kesempatan baik pada Anda untuk

bicara; 2) mereka tidak akan menghukum bila Anda keliru;

3) keliru dalam berlatih bicara adalah hal yang wajar yang dialami oleh

setiap orang; 4) mereka juga belum tentu memiliki keberanian untuk bicara;

5) kalau pun ia diberi kesempatan bicara ia pasti melakukan kesalahan

seperti Anda; 6) dalam sejarah belum ada audience yang "mencemooh" pembicara

bila dalam menyampaikannya secara santun dan; 7) ini adalah kesempatan

terbaik untuk berlatih bicara.



Dengan kata lain, audiene bukan menjadi beban pikiran selama Anda bicara.

Bila perlu Anda cuek-bebek (tapi sopan) selama bicara.

Ketika Anda telah mengusai audience dengan cara respon positif seperti

tersebut di atas, pikiran Anda tinggal fokus pada materi.



Perlu dicatat bahwa mengapa seorang pembicara grogi karena pikirannya selama

bicara sibuk memikirkan audiencenya yang dianggap "menakutkan". Menakutkan

atau tidaknya sangat tergantung bagaimana pikiran kita "menafsirkannya".

Bila menafsirkannya sebagai hal yang tidak menakutkan, maka pikiran akan

lancar, fokus pada topik, bicara pun lancar tanpa beban grogi.



Semua yang di jelaskan di atas adalah mengunakan pendekatan

neurologis.

Selanjutnya menggunakan pendekatan praktis dalam mengatasi demam panggung dan grogi.



Sebelum saya memberikan tips bagaimana cara mengatsi grogi saat pidato perlu

saya ingatkan kembali bahwa keterampilan bicara

(pidato) adalah keterampilan proses. Tidak ada orang yang langsung menjadi

ahli bicara. Semuanya diawali dari, malu, gemetar dengan keringat dingin,

grogi dan sejuta rasa lainnya. Jangankan bagi yang belum pernah pengalaman,

seorang yang sudah pengalaman pun kadang- kadang masih dihinggapi rasa

kurang pede dan grogi. Jadi kalau menuggu sampai tidak ada rasa grogi,

dibutuhkan waktu dan jam terbang yang lama. Butuh proses.



Cara-cara berikut ini adalah cara praktis bagaimana

mengatasi grogi.



Pertama, tingkatkan rasa percaya diri (pede). Kalau kita pede, keberanian

meningkat, tetapi kalau belum apa-apa sudah takut dulu, rasa pede mengecil.

Akibatnya sudah grogi dulu sebelum bicara. Untuk bisa meningkatkan rasa

pede, coba sebelum Anda bicara, Anda membayang seorang tokoh pintar bicara

yang menjadi idola Anda.

Setelah membayangkan secara jelas, anggap saja dia merasuk dalam jiwa Anda

yang membantu Anda pada saat bicara. Anggap saja dia yang bicara, tapi bukan

Anda.



Kedua, berani bicara kapan dan dimana saja bila ada kesempatan tampil di

depan umum. Jangan takut salah dan takut ditertawakan, bicara dan bicaralah.

Kalau Anda tidak pernah mencobanya,

maka tidak pernah punya pengalaman.

Jangan berpikir, benar-salah, bagus-tidak, mutu-tidak, selama bicara.

Pokoknya, Anda sedang uji nyali, berani atau tidak. Ketika Anda berani

mencobanya, berarti nyali Anda hebat.

Semakin sering Anda

lakukan, semakin kuat nyalinya dan tidak takut lagi.

Pokoknya Anda harus berani malu.



Keitga, mulailah dari kelompok kecil. Berlatihlah bicara pada

kelompok-kelompok kecil dulu seperti karang taruna, kelompok belajar,

pertemuan RT/RW. Bicaralah sebisanya dan jangan buang kesempatan. Yang

seperti ini sudah saya lakukan, saya mulai dari kelompok belajar, panitia

seminar, dan acara-acara pengajian. Lama- ama saya biasa. Ingat Anda bisa

karena biasa.



Keempat, tulis dulu sebagai persiapan. Sebelum bicara, alangkah baiknya

ditulis dulu topik dan urutan penyampaiannya. Sebab, tanpa ditulis dulu,

biasanya lupa saat bicara dan menjadikan materinya tidak runtut. Ada dua

cara dalam menulis, menulis lengkap kenudian

tinggal membaca atau tulis

pokok-pokonya saja. Bila Anda menulis lengkap akan sangat membantu Anda

bicara, tetapi keburukannya membosankan. Apalagi intonasi bacanya jelek.

Yang baik adalah pokok- pokok saja, kemudian Anda menguraiakannya saat

bicara, tetapi keburukannya, Anda bisa lupa tentang datailnya.



Kelima, akan lebih baik kalau memiliki kebiasaan menulis. Menulis apa saja,

cerita, artikel, surat atau catatan harian. Catatan harian akan sangat

membantu. Kenapa menulis? Karena dengan menulis adalah cara efektif untuk

membuat sebuah "bangunan logika", sebuah bangunan yang masuk akal. Bila Anda

terbiasa menuliskan topik-topik yang masuk akal, maka akan membantu pada

saat bicara. Tinggal memanggil ulang saja.



Keenam, perbanyak membaca. Orang bicara atau menulis, tidak lepas dari

kegiatan membaca. Dengan banyak membaca menjadi banyak pengetetahuan yang

dapat dijadikan acuan pada saat bicara atau menulis. Kebuntuan dalam bicara

terjadi karena tidak saja grogi tetepi juga karena terbatasnya acuan

(informasi) yang dimilikinya.



Ketujuh, janganlah menjadi pendiam saat ada diskusi atau debat.

Bicaralah, jangan pikirkan Anda menang atau kalah dalam berdebat, tetapi

jadikannlah media debat menjadi media pembelajaran dalam mengasah

keterampilan bicara. Juga, biasakanlah berdsiskusi, jangan hanya menjadi

pendengar yang baik (diam saja) tapi Anda harus menjadi pembicara yang baik.





Kedelapan, rajin mengevaluasi diri sehabis bicara. Karena berbicara

merupakan keterampilan proses, maka sebaiknya rajin mengevaluasi diri setiap

saat sehabis bicara.. Seringkali (pengalaman saya) saya merasa tidak puas

dengan hasil akhir bicara. Selalu ada saja kekurangannya, banyak topik yang

lupa tidak tersampaikan. Kekurangan ini harus

menjadi catatan untuk tampil

lebih baik pada kesempatan mendatang.



Kesembilan, komitmen untuk terus berlatih. Tiada sukses tanpa latihan

terus menerus. Tiada juara tanpa banyak latihan. Tiada bicara tanpa grogi

bila hanya tampil (berlatih) satu atau dua kali saja. Bicaralah saat ada

kesempatan bicara, karena keterampilan berbicara hanya dapat diperoleh

dengan "berbicara" bukan dengan cara "belajar tentang". Satu ons praktik

bicara lebih baik dari pada satu ton teori berbicara.

http://amarrahiem.multiply.com/journal/item/7/MENGATASI_GROGI_BICARA_DIDEPAN_UMUM.

Berbicara di depan umum menjadi pekerjaan yang paling dihindari banyak orang. Alasannya, takut malu-maluin atau tidak kuat menahan serangan demam panggung. Kian penting materi pidato, kian gemetar pula seluruh badan.

Berikut ini ada beberapa tips , agar tidak mengalami demam panggung dan pidato penting yang Anda sampaikan pun bisa berjalan dengan lancar.

1. BUATLAH PENDEK. Jangan berpidato terlalu lama dan berpanjang-panjang, karena akan membuat pendengar merasa bosan. Sesuaikan durasi pidato dengan konteks permasalahan.

2. BUATLAH SEDERHANA. Pendengar akan menangkap satu atau dua dari semua ide yang Anda sampaikan. Bukan sepuluh atau dua puluh. Jika Anda tidak bisa mengekspresikannya dalam satu dua kalimat yang sederhana dan mudah untuk dimengerti , pidato akan menjadi tidak fokus.

3. BERSIKAPLAH REALISTIS. Anda diminta berpidato karena memiliki pengalaman yang tidak dimiliki oleh pendengar. Berbagilah pengalaman tersebut,dan buatlah mereka juga merasakan apa yang Anda rasakan.

4. MENARIK PERHATIAN KHALAYAK. Pada menit-menit pertama berpidato, jalinlah hubungan dengan pendengar. Lakukanlah interaksi. Tersenyumlah atau menganggukpada moderator. Tunggulah, jangan memulai pidato , sampai Anda mendapat perhatian semua orang. Kemudian, lakukanlah kontak mata, tebar pandangan dengan penuh keyakinan ke arah kiri, kanan, dan tengah ruangan.

5. BICARALAH, BUKAN MEMBACA. Jika Anda berbicara, akan jauh lebih komunikatif dan “hidup” ketimbang membaca skrip / naskah. Ada baiknya menggunakan catatan kecil untuk membantu mengingat apa yang akan Anda sampaikan.

6. RILEKS. Jangan terlalu sering mengambil nafas dalam-dalam atau bernafas terlalu cepat. Ingat, audience bisa melihat ketegangan Anda. Dan ini dapat mengurangi fokus dari pidato yang Anda sampaikan.Bersikaplah santai, dan bernapas sewajarnya, agar diri Anda tetap dalam ketenangan. Posisikan diri Anda sedang berbicara dengan teman sejawat Anda , bukan pada audience.

7. ISTIRAHAT CUKUP, MAKAN CUKUP. Istirahatlah yang cukup, tidak perlu bergadang. Makanlah yang cukup untuk menghindari naiknya kadar asam lambung yang dapat dipicu oleh tingkat stress.



8. BERPENAMPILANLAH YANG MENARIK. Ini merupakan nilai tambah bagi Anda. Setidaknya jika penampilan baju dan aksesoris Anda menarik, mata audience “dipaksa” untuk melihat Anda bukan?

(http://fecekschool.wordpress.com/2009/02/13/cara-berpidato-tanpa-demam-panggung/)

Pada dasarnya semua orang grogi tampil di depan umum, namun penguasaan diri dan penguasaan materi yang ingin disampaikan merupakan syarat pertama agar tidak demam panggung. Tingkat grogi yang dialami masing-masing orang berbeda-beda, untuk meningkatkan percaya diri maka kita harus ingat bahwa tidak ada seorangpun didunia ini yang sempurna.

Gampang kok cara mengatasi demam panggung yaitu banyak latihan untuk berbicara sebelum kita tampil. Ada peribahasa dan ungkapan yang mengatakan "Practice makes perfect" yang berarti semakin banyak anda berlatih maka anda akan terbiasa dengan kondisi yang akan anda hadapi.

Jangan takut dan ragu untuk berbuat kesalahan ketika anda berada di panggung/ depan banyak orang. Jadilah diri anda sendiri dan yakinkanlah diri anda sebelum tampil dengan banyak berlatih. Dijamin rasa percaya diri anda akan semakin baik dengan banyak berlatih.

Ada gunanya juga untuk meminta teman/ sahabat anda menilai bagaimana penampilan anda sebelum tampil sehingga anda semakin mantap dan yakin untuk berbicara di depan banyak orang.

ada cara yang lebih gampang lagi yaitu: sebelum manggung kamu latihan dulu apa yang akan kamu sampekan and lakuin dipanggung hingga bener- bener hafal and faham. dan ketika manggung kamu harus percaya membawakan karakter diri kamu sendiri, jangan berpikir kayak orang itu, kayak orang ini. tapi katakanlah dalam hati anda inilah saya, dan inilah kemampuan saya.
hal-hal yang harus diperhatikan.

1. persiapkan apa yang mau dibuat dipanggung, mau ngomong apa pake gerak apa,
2. setealh belajar sendiri minta orang lain untuk mengoreksi apa yang kamu persiapkan.
3. kalau sudah siap siapkan batin/mental dengan berdoa dulu sebelum tampil
2. kalau sudah dipanggung, pandanglah semua khalayak dengan pandangan penuh arti, tatap satu persatu.dan samapaikanlah dengan penuh kekuatan dengan seluruh kemampuanmu, untuk menarik perhatian audien.

Ada beberapa hal yang bisa bikin kita grogi, tapi yang paling sering menjadi penyebab adalah :
1. Nggak siap dengan materi yang harus kita sampaikan.
2. Menganggap audience lebih pandai atau jabatannya lebih tinggi.
3. Ada orang-orang yang istimewa atau penting, yang membuat kita merasa harus “perfect” di depan mereka.

Berikut ini tiga hal yang kerap jadi penyebab munculnya kegugupan.

1. Pengalaman pertama
Solusi: Pengalaman pertama memang selalu membuat gugup. Yang penting, tetap tenang agar materi yang sudah dikuasai tidak menguap. Untuk membantu, pandanglah wajah peserta dengan fokus di antara matanya saat melakukan komunikasi. Bukan menatap langsung ke mata, karena ini bisa membuat Anda makin gugup.

2. Presentasi di depan profesional/petinggi
Solusi: Jangan terlalu sibuk memikirkan bagaimana membuat peserta terkagum-kagum dengan presentasi Anda. Jangan pula bingung menggunakan teknik apa atau harus mengucapkan kata yang mana. Anggap saja Anda hadir untuk berbagi sesuatu, bukan mengajari mereka sesuatu. 3. Pertanyaan sulit
Solusi: Munculnya pertanyaan dari peserta memang tak bisa dihindari. Itu pentingnya Anda menguasai materi. Hindari juga perdebatan panjang yang mudah memancing emosi karena hanya akan membuat Anda semakin grogi.

Benih.net